LANDASAN TEORI DAN TEKNOLOGI
KOMUNIKASI
I.
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Pada awal
kehidupan di dunia, komunikasi digunakan untuk mengungkapkan kebutuhan organis.
Sinyal-sinyal kimiawi pada organisme awal digunakan untuk reproduksi. Seiring
dengan evolusi kehidupan, maka sinyal-sinyal kimiawi primitif yang digunakan
dalam berkomunikasi juga ikut berevolusi dan membuka peluang terjadinya
perilaku yang lebih rumit seperti tarian kawin pada ikan.
Pada binatang,
selain untuk seks, komunikasi juga dilakukan untuk menunjukkan keunggulan,
biasanya dengan sikap menyerang. Munurut sejarah evolusi sekitar 250 juta tahun
yang lalu munculnya “otak reptil” menjadi penting karena otak memungkinkan
reaksi-reaksi fisiologis terhadap kejadian di dunia luar yang kita kenal sebagai
emosi. Pada manusia modern, otak reptil ini masih terdapat pada sistem limbik
otak manusia, dan hanya dilapisi oleh otak lain “tingkat tinggi”.
Manusia
berkomunikasi untuk membagi pengetahuan dan pengalaman. Bentuk umum komunikasi
manusia termasuk bahasa sinyal, bicara, lisan, “gesture” dan ”broadcasting”.
Komunikasi dapat berupa intekaktif, transaktif, betujuan atau tak bertujuan..
Melalui
komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami
oleh pihak lain. Akan tetapi, komunikasi hanya akan efektif apabila pesan yang
disampaikan dapat ditafsirkan sama oleh penerima pesan tersebut.
Dewasa ini
komunikasi menjadi lebih cepat, efektif, dan efisien dengan kemajuan di bidang
ilmu pengetahuan dan teknologi. Teknologi telah menjadi bagian yang tidak
terpisahkan dari kehidupan manusia zaman sekarang. Bahkan dapat dikatakan,
seluruh aspek kehidupan seperti bidang sosial, politik, dan ekonomi, telah
bersentuhan dengan teknologi. Dalam bidang sosial, teknologi telah mempercepat
terjadinya komunikasi dan mampu mempererat hubungan manusia dari berbagai
belahan dunia.
B. Perkembangan
Teknologi Komunikasi
Menurut Robert
l. Mathis dan Jhon H. Jackson (2004) kontributor utama globalisasi adalah
perkembangan dan evolusi telekomunikasi dan teknologi yang membantu pengiriman
informasi yang cepat. Teknologi komunikasi seperti satelit telah menghadirkan
televisi dan layanan telepon nirkabel ke desa-desa terpencil di Afrika, India,
China,
dan Amerika Latin. Pertumbuhan pengunaan internet di seluruh dunia telah
menjadikan orang-orang dan perusahaan-perusahan dapat dengan mudah
berkomunikasi dan memiliki akses data dalam jumlah yang sangat besar.
II.
LANDASAN TEORI DAN TEKNOLOGI KOMUNIKASI
A. Pengertian
Teknologi
Kata teknologi
secara harfiah berasal dari bahasa Latin ”texere” yang berarti menyusun atau
membangun. Sehingga istilah teknologi seharusnya tidak terbatas pada penggunaan
mesin, meskipun dalam arti sempit hal tersebut sering digunakan dalam kehidupan
sehari-hari. Menurut Roger (1983) teknologi adalah suatu rancangan (desain)
untuk alat bantu tindakan yang mengurangi ketidakpastian dalam hubungan sebab
akibat dalam mencapai suatu hasil yang diinginkan. Suatu teknologi biasanya
mempunyai dua aspek yaitu aspek hardware (terdiri dari material atau objek
fisik) dan aspek software (
Jacques Ellul
(1967) mengartikan teknologi sebagai keseluruhan metode yang secara rasional
mengarah dan memiliki ciri efisiensi dalam setiap kegiatan manusia. Gary J.
Anglin (1991) mendefinisikan teknologi sebagai penerapan ilmu-ilmu perilaku dan
alam serta pengetahuan lain secara bersistem dan menyistem, untuk memecahkan
masalah (Yusufhadi Miarso, 2004).
B. Pengertian
Komunikasi
Komunikasi
adalah suatu proses penyampaian pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak
lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Pada umumnya,
komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata (lisan) yang dapat dimengerti
oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti
oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik
badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala,
mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi dengan bahasa nonverbal.
Menurut Laswell
(1979) agar komunikasi bisa berlangsung dengan baik harus memiliki
komponen-komponen komunikasi yaitu:
1. Pengirim atau
komunikator (sender) adalah pihak yang mengirimkan pesan kepada pihak lain.
2. Pesan
(message) adalah isi atau maksud yang akan disampaikan oleh satu pihak kepada
pihak lain.
3. Saluran
(channel) adalah media dimana pesan disampaikan kepada komunikan. dalam
komunikasi antar-pribadi (tatap muka) saluran dapat berupa udara yang
mengalirkan getaran nada/suara.
4. Penerima atau
komunikate (receiver) adalah pihak yang menerima pesan dari pihak lain
5. Umpan balik
(feedback) adalah tanggapan dari penerimaan pesan atas isi pesan yang
disampaikannya.
Proses
berlangsungnya komunikasi dapat diuraikan sebagai berikut.
1. Komunikator
(sender) yang mempunyai maksud berkomunikasi dengan orang lain mengirimkan
suatu pesan kepada orang yang dimaksud. Pesan yang disampaikan itu bisa berupa
informasi dalam bentuk bahasa ataupun lewat simbol-simbol yang bisa dimengerti
kedua belah pihak.
2. Pesan
(message) itu disampaikan atau dibawa melalui suatu media atau saluran baik
secara langsung maupun tidak langsung. Contohnya berbicara langsung melalui
telepon, surat,
e-mail, atau media lainnya.
3. Komunikan
(receiver) menerima pesan yang disampaikan dan menerjemahkan isi pesan yang
diterimanya ke dalam bahasa yang dimengerti kedua pihak.
4. Komunikan
(receiver) memberikan umpan balik (feedback) atau tanggapan atas pesan yang
dikirimkan kepadanya, apakah dia mengerti atau memahami pesan yang dimaksud
oleh si pengirim.
The
International Commission for the Study of Communication Problems (1980)
menekankan pengertian komunikasi sebagai proses dalam mempertukarkan berita,
data, pendapat, dan pesan antara perorangan dan masyarakat. Komunikasi
mempunyai peranan sentral dalam segala kegiatan sosial, ekonomi, dan politik
dalam masyarakat, nasional maupun internasional.
C. Model- model
Komunikasi
1. Model dasar :
Stimulus Respon
Model iModel
komunikasi paling dasar. Model ini dipengaruhi oleh disiplin psikologi,
khususnya yang beraliran behavioristik. Komunikasi dianggap sebagai suatu
proses aksi-reaksi yang sangat sederhana. Model ini mengasumsikan bahwa
kata-kata verbal (lisan – tulisan), isyarat-isyarat non verbal, gambar-gambar,
dan tindakan-tindakan tertentu akan merangsang orang lain untuk memberikan respon
dengan cara tertentu. Model ini mengabaikan adanya faktor manusia seperti
sistem internal individu. Singkatnya model ini menggangap bahwa komunikasi itu
bersifat statis. Manusia selalu berperilaku karena adanya stimulus atau
rangsangan dari luar, bukan berdasarkan kehendak, keinginan atau kemauan
bebasnya. Oleh karena itu model ini kurang tepat kalau diterapkan pada proses
komunikasi manusia.
2. Model
Aristoteles
Aristoteles
merupakan filosof yang paling dini mengkaji komunikasi, Model Aristoteles adalah
model yang paling klasik atau disebut juga model retoris (Mulyana, 2005) Oleh
karena itu model ini merupakan penggambaran dari komunikasi retoris, komunikasi
publik atau pidato. Aristoteles adalah orang pertama yang merumuskan model
komunikasi verbal pertama. Proses komunikasi terjadi ketika ada seorang
pembicara berbicara kepada orang lain atau khalayak lain dalam rangka merubah
sikap mereka.
Aristoteles
mengemukakan tiga unsur yang harus ada dalam proses komunikasi, yaitu:
pembicara (speaker), pesan (message), dan pendengar (listener). Dia
mengemukakan bahwa persuasi dapat dicapai oleh:
a. Siapa anda
(etos –kepercayaan anda)
b. Apa argumen
anda (logos –logika dalam pendapat anda)
c. Dengan
memainkan emosi khalayak (pathos –emosi khalayak).
Salah satu kelemahan
model ini adalah bahwa proses komunikasi dipandang sebagai suatu yang statis
dan tidak memperdulikan saluran, umpan balik, efek, dan kendala2, di samping
itu, model ini juga berfokus pada komunikasi yang disengaja (komunikator
mempunyai keinginan secara sadar untuk merubah sikap orang lain).
3. Model
Lasswell
Harold Laswell
(194 menyebutkan sebuah model komunikasi
yang mungkin paling dikenal sepanjang masa. Model ini muncul dalam perkembangan
studi Laswell tantang propaganda politik. Model ini merupakan sebuah pandangan
umum tentang komunikasi yang dikembangkan dari batasan ilmu politik. Who says
what in which channel to whom with what effect ?
Konsep Model
Laswell sama dengan model Aristoteles yaitu sama-sama menekankan pada elemen
speaker, message & audience (tetapi menggunakan istilah yang berbeda), Baik
Laswell maupun Aristoteles sama-sama melihat komunikasi sebagai proses satu
arah dimana inidividu dipengaruhi individu lain sebagai akibat dari pengiriman
pesan (Ruben, 1992)
Penggambaran
Laswell tentang berbagai bidang dalam penelitian komunikasi memang berguna
tetapi disisi lain penggambaran tersebut terlalu menyederhanakan bidang
penelitian komunikasi itu sendiri. Braddock (195 menambahkan dua hal dalam model Laswell yang
dapat mempengaruhi tindakan komunikasi, yaitu:
1. Dalam situasi
dan keadaan bagaimana sebuah pesan itu dikirimkan
2. Untuk tujuan
apa komunikator mengirimkan pesan
Menurut Windahl
model Laswell ini menggambarkan karakter awal model komunikasi. Sudah dianggap
taken for granted bahwa komunikator itu selalu memiliki kesadaran untuk
mempengaruhi komunikan, jadi komunikasi dilihat sebagai suatu proses persuasif.
Lasswell mengemukakan tiga fungsi komunikasi yaitu: pengawasan lingkungan,
korelasi berbagai bagian terpisah dalam masyarakat yang merespon lingkungan,
dan transmisi warisan sosial.
4. Model Shannon dan Weaver
Model ini
melihat komunikasi sebagai transmisi pesan yang mengungkapkan isu “efek” dan
bukannya “makna”. Efek secara tak langsung menunjukkan adanya perubahan yang
bisa diukur dan diamati pada penerima yang disebabkan unsur-unsur yang bisa
diidentifikasi dalam prosesnya. (Fiske, 1990:46). Model ini lebih sesuai
diterapkan pada kajian komunikasi massa,
hal ini disebabkan latar belakang mereka yang merupakan insinyur yang bekerja
untuk laboratorium telephone Bell di Amerika Serikat. Tujuan mereka adalah
untuk memastikan “the maximum efficiency” dari kabel telephone dan gelombang
radio. Mereka mengembangkan sebuah model komunikasi yang ditujukan untuk
membantu mengembangkan sebuah teori matematis dari komunikasi (Chandler).
Model ini
terdiri dari enam elemen :
a. Information
Source adalah yang memproduksi pesan
b. Transmitter
yang menyandikan pesan dalam bentuk sinyal
c. Channel
adalah saluran pesan
d. Receiver
adalah pihak yang menguraikan/mengkonstruksikan pesan dari sinyal
e. Destination
adalah dimana pesan sampai
f. Noise adalah
segala macam gangguan yang mempengaruhi pesan sehingga menyebabkan sinyal yang
berbeda dari yang dikirimkan (sifatnya disfungsional ).
Shannon dan Weaver
mengidentifikasi 3 level masalah dalam studi komunikasi :
1. Level A (
masalah teknis ), bagaimana simbol2 komunikasi dapat
ditransmisikan
secara akurat ?
2. Level B
(masalah semantik), bagaimana simbol2 yang ditransmisikan secara persis
menyampaikan makna yang diharapkan?
3. Level C
(masalah keefektifan), bagaimana makna yang diterima secara efektif
mempengaruhi tingkah laku dengan cara yang diharapkan?
5. Model Schramm
Dalam sebuah
artikel “How Communication Works” yang dipublikasikan tahun 1954, Wilbur
Schramm membuat 3 model yang dimulai dari komunikasi manusia yang sederhana,
kemudian mengembangkan dengan memperhitungkan pengalaman dua individu hingga
model komunikasi yang interaktif. Menurut Schram komunikasi senantiasa
membutuhkan setidaknya tiga unsur, yaitu :
a. Sumber bisa
berupa :
• Seorang
individual berbicara, menulis , menggambar, bergerak
• Sebuah
organisasi komunikasi (koran, rumah produksi, televisi)
b. Pesan dapat
berupa tinta dalam kertas, gelombang suara dalam udara, lambaian tangan, atau
sinyal-sinyal lain yang memiliki makna.
c. Sasaran dapat
berupa individu yang mendengarkan, melihat, membaca, anggota dari sebuah
kelompok seperti diskusi kelompok, mahasiswa dalam perkuliahan, khalayak massa, pembaca surat kabar, penonton
televisi,dll.
Schramm melihat
komunikasi sebagai usaha yang bertujuan untuk menciptakan commonness antara
komunikator dan komunikan. Hal ini karena komunikasi berasal dari kata latin
communis yang artinya common (sama).
Schramm
mengenalkan konsep field of experience, yang menurut Schramm sangat berperan
dalam menentukan apakah komunikasi diterima sebagaimana yang diinginkan oleh
komunikan.
Schramm
menekankan bahwa tanpa adanya field of experience yang sama (bahasa yang sama,
latar belakang yang sama, kebudayaan yang sama,dan lain-lain) hanya ada sedikit
kesempatan bahwa suatu pesan akan diinterpretasikan dengan tepat. Dalam hal ini
model Schramm diatas adalah pengembangan dari model Shannon
dan Weaver. Schramm mengatakan bahwa pentingnya feedback adalah suatu cara
untuk mengatasi masalah noise. Menurut Schramm feedback membantu kita untuk
mengetahui bagaimana pesan kita diinterpretasikan.
• Sumber dapat
menyandi dan sasaran dapat menyandi balik pesan
berdasarkan
pengalaman yang dimilikinya masing-masing
• Jika wilayah
irisan semakin besar, maka komunikasi lebih mudah dilakukan.
Pada model ini
Schramm percaya bahwa ketika komunikan memberikan umban balik maka ia akan
berada pada posisi komunikator (source). Setiap individu dilihat sebagai sumber
sekaligus penerima pesan dan komunikasi dilihat sebagai suatu proses sirkular
daripada suatu proses satu arah seperti pada dua model Shramm sebelumnya. Model
yang ketiga ini disebut juga model Osgood dan Schramm.
6. Model Newcomb
Menurut Newcomb
bentuk situasi komunikasi yang paling sederhana digam-barkan oleh situasi
dimana Mr. A berbicara dengan Mr.B tentang sesuatu hal yang dilabeli X atau
dikenal juga dengan “AtoBreX situation”. Model ini juga dikenal sebagai teori
keseimbangan (Bettinghaus, 1968).
A= Source
B = Receiver
C = Object /
concept
Ada
6 situasi yang mungkin muncul dalam “AtoBreX situation” :
a. Situasi
dimana A dan B saling suka satu sama lain dan
mereka memiliki
sikap yang sama terhadap X.
+ +
+
Balance
b. Situasi
komunikasi dimana A dan B saling suka
satu sama lain
tetapi mereka tidak sependapat tentang X.
+ -
+
imbalance
c. Situasi
komunikasi dimana A dan B saling suka satu sama lain dan mereka sama-sama tidak
suka terhadap X.
–
+
balance
d. Situasi
komunikasi dimana A dan B tidak memiliki positive attitudde (tidak
saling suka)
tetapi mereka sama- sama menyukai X.
+ +
-
imbalance
e. Situasi
komunikasi dimana A dan B sama-sama memiliki negative attitute
dan mereka
memiliki pandangan yang berbeda terhadap X.
+ -
-
balance
f. Situasi
komunikasi dimana A dan B sama-sama tidak suka satu sama lain
tetapi mereka
juga sama-sama tidak suka terhadap X.
–
-
imbalance7.
Model Ritual
Seperti yang
sudah dijelaskan pada model-model awal komunikasi bahwa proses komunikasi
bersifat linear (satu arah ). Proses dari sumber ke tujuan. Perkembangan
terbaru dari model komunikasi menawarkan adanya interaksi, umpan balik, dan
paradigma interpretative dalam komunikasi antar manusia. James Carey (1975)
yang mulai mengkritisi model “transmisi” . Dia memberikan pandangan alternatif
yaitu model ritual. Karena komunikasi berhubungan dengan berbagi (sharing),
partisipasi, asosiasi, kenggotaan dan kepercayaan yang sama.
Model Ritual
tidak diarahkan untuk perluasan pesan tetapi kepada pemeliharaan masyarakat dan
bukan pada tindakan dalam memberikan /menyampaikan informasi tetapi pada
terciptanya kepercayaan bersama.
Ritual atau
model komunikasi ekspresif bergantung pada berbagi makna / pemahaman. Pesan
dalam model komunikasi ritual biasanya bersifat laten dan ambigu tergantung
pada asosiasi-asosiasi pesan yang tidak dipilih oleh partisipan tetapi sudah
tersedia / dikondisikan oleh kebudayaan. Saluran dan pesan biasanya susah untuk
dipisahkan. Komunikasi ritual juga relatif tidak lekang dimakan waktu dan tidak
berubah.
Model pohon
natal dari komunikasi ritual menggambarkan hal tersebut, di dalam satu
kebudayaan sedikitnya, menandakan gagasan dan nilai-nilai keramahtamahan,
persahabatan/beasiswa dan perayaan yang (mana) secara luas dipahami bersama,
sekalipun hanya samar-samar dan dengan berbagai cara. Model ini diterapkan pada
periklanan dan politik. Prinsip-prinsip model ritual seringkali dieksploitasi
(penggunaaan simbol-simbol tertentu, tampilan-tampilan laten untuk nilai-nilai
budaya dan tradisi.
D. Pengertian
Teknologi Komunikasi
Menurut BNET Business Dictionary (200 Teknologi Komunikasi adalah sistem elektronik
yang digunakan untuk berkomunikasi antar individu atau kelompok orang.
Teknologi komunikasi menfasilitasi komunikasi antar individu atau kelompok orang
yang tidak bertemu secara fisik di lokasi yang sama. Teknologi komunikasi dapat
berupa telpon, telex, fax, radio, televisi, audio video’ electronic data
interchange and e-mail.
Teknologi komunikasi adalah peralatan-peralatan perangkat
keras, struktur organisasi, dan nilai sosial dengan mana individu mengumpulkan,
memproses dan terjadi pertukaran informasi dengan individu lain (Rogers, 1986).
E. Perkembangan
Teknologi Komunikasi
Menurut Rogers
(1986) terdapat empat era (zaman) evolusi komunikasi manusia yaitu:
a. Era
komunikasi tulisan (4000 SM s.d. sekarang)
b. Era
Komunikasi cetak (1456 M s.d. sekarang)
c. Era
Telekomunikasi (1844 M s.d. sekarang) dan
d. Era
Komunikasi interaktif (1946 M s.d. sekarang)
Secara singkat
perkembangan era teknologi komunikasi tersebut terdapat dalam tabel di bawah
ini:
Era Tahun
Deskripsi
35.000 SM Bahasa
mungkin sudah ada/digunakan pada periode Cro-Magnon
22.000 SM
Lukisan-lukisan gua oleh manusia prasejarah
I 4000 SM s.d
sekarang
4.000 SM
1041 M
1241 M The
Writing Era of Communication
Bangsa Sumeria
menulis pada tanah tanah liat
Di China, Pi
Sheng menciptakan tipe percetakan buku yang dapat digerakan
Tipe Logam telah
menggantikan huruf-huruf dari tanah liat di korea
II 1456 M s.d.
sekarang
1456 M
1833 M
1839 M The
Printing Era of Communication
Bible Gutenberg
dicetak dengan tipe logam yang dapat digerakan dan cetakan tangan
Media sirkulasi
masa mulai dengan yang pertama kali surat
kabar ”penny press” yaitu New York
Sun
Suatu praktik
metode Fotografi dikembangkan oleh Daguerre yang digunakan oleh surat kabar.
III 1844 M s.d.
sekarang
1844 M
1876 M
1894 M
1895 M
1912 M
1920 M
1933 M
1941 M
Telecommunication Era
Samuel Morse mentransmisikan pesan melalui telegraf
pertama kali
Alexander Graham Bell mengirimkan pesan melalui telepon
pertama kali
Gambar bergerak diciptakan dan pertama kalinya film
ditunjukkan kepada publik
Guglielmo Marconi mentransmisikan pesan melalui radio
Lee de Forest menemukan
kualitas pengeras suara dari tabung hampa
Jadwal peyiaran radio secara teratur pertama kali oleh
KDKA di Pittsburg
Demonstrasi Televisi oleh RCA
Pertama kali siaran televisi komersial
IV 1946 s.d sekarang
1946 M
1947
1956
1957
1969
1971 Interactive Communication Era
Komputer mainframe pertama kali, ENIAC, dengan 18.000
tabung hampa udara, diciptakan di Universitas Pennylvania
William Shockley, John Bardeen, dan walter Brattain di
Laboratorium Bell
menciptakan transistor tipe solid-state yang dapat mengubah pembesaran pesan
elektronik
Ampex Company di Redwood City California menciptakan Videotape
Rusia meluncurkan satelit ruang angkasa (Sputnik) pertama
kali
Pendaratan manusia di bulan pertama kali oleh NASA yang
dipandu oleh minicomputer yang berukuran 2 x 1,5 feet, atau 3000 kali lebih
kecil dibandingkan dengan komputer ENIAC
Penciptaan microprosesor, suatu unit kontrol komputer
(Central Processing
Unit/CPU) pada chip semi konduktor oleh Ted Hoff at Intel
Corporation
Lanjutan
1975
1975
1976
1977
1979 Mikrokomputer pertama kali, Altair 8800 dipasarkan
Home Box Office (HBO) mulai mentransmisikan program sistem
TV-cabel melalui satelit, yang memacu pertumbuhan TV-cabel di Amerika serikat
(mencapai 40% rumah tangga) pada pertengahan tahun 1980
Sistem teletex pertama kali diadakan oleh BBC dan ITV,
dengan ”pages” (frame) dari text dan informasi grafik yang ditransmisikan ke TV
rumah dengan sinyal siaran TV normal
Qube, sistem TV-cabel interaktif pertama kali, mulai
dioperasikan di Columbus, Ohio
Sistem video text pertama yang diadakan oleh British Post
Office
Teknologi
komunikasi dan informasi sebagai suatu produk dan proses telah berkembang
sedemikian rupa sehingga mempengaruhi segenap kehidupan manusia dalam berbagai
bentuk aplikasi. Tofler yang dikutif oleh Yusufhadi Miarso (2004) menggambarkan
perkembangan itu sebagai revolusi yang berlangsung dalam tiga gelombang, yaitu:
Gelombang ke-1: timbul dalam bentuk teknologi pertanian yangh telah berlangsung
ribuan tahun, Gelombang ke-2: teknologi industri yang berlangsung hanya dalam
masa 300 tahun, dan Gelombang ke-3: merupakan revolusi teknologi elektronik dan
informatik, yang berlangsung hanya dalam kurun waktu puluhan tahun saja.
Rujukan penting
yang terkandung dalam teknologi komunikasi, sebagai berikut:
• Proses harus
rasional dan efisien
• Harus
menyistem karena segala sesuatu akan mempunyai dampak dan dipengaruhi oleh hal-hal
lain dalam lingkungannya
• Harus
bersistem, yaitu mempertimbangkan segala variabel yang mungkin berpengaruh
dalam menentukan prosedur tindakan agar proses itu efektif
• Melibatkan
berbagai pihak yang berkepentingan
• Mengarah pada
pemecahan masalah bersama
• Memadukan
berbagai prinsip, konsep, dan gagasan
•
Mempertimbangkan kondisi lingkungan (lokal, nasional, maupun internasional)
untuk mencapai tujuan.
Menurut Harry
Oshima (1976) teknologi komunikasi dalam masyarakat yang menganut strategi
pembangunan ”labor intensive” akan mempunyai peranan:
• Menimbulkan
revolusi pertanian
• Mempromosikan
industri kecil
• Pengembangan
sosial politik
• Mengatasi
oposisi
Alvin Tofler
(1980) berpendapat bahwa industri elektronik dan komputer sebagai ”tool of
tomorrow” merupakan tulang punggung industri dalam era Gelombang ke-3, dan yang
akan membawa perubahan besar dalam perekonomian dan sosial politik. Lebih jauh
dia mengemukakan bahwa teknologi komunikasi telah mampu mengurangi
transportasi, dan berakibat pada gerakan de-urbanisasi, bahkan telah mendorong
tumbuhnya telecommunity. Menurutnya keputusan Presiden Soeharto untuk membangun
sistem komunikasi dengan satelit domestik merupakan lambang bahwa Gelombang
ke-3 memberikan kemungkinan pilihan bagi negara yang melakukan transformasi.
Teknologi
komunikasi di Indonesia
mendapat perhatian yang sangat besar dari pemerintah terbukti dengan adanya
undang undang yang mengatur tentang telekomunikasi yaitu UU. No. 36 tahun 1999.
Bobot misi telekomunikasi/ telematika tertuang pada pasal 3 yang berbunyi:
”Telekomunikasi
diselenggarakan dengan tujuan untuk mendukung persatuan dan kesatuan bangsa,
meningkatkan kesejahteraan, dan kemakmuran rakyat secara adil dan merata,
mendukung kehidupan ekonomi dan kegiatan pemerintahan, serta meningkatkan
hubungan antar bangsa”
Dari bunyi pasal
3 di atas telekomunikasi yang merupakan bagian dari teknologi komunikasi
mempunyai peranan penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia,
karena dapat menjadi alat pemersatu bangsa dan masuk ke berbagai ranah
kehidupan.
Teknologi
Komunikasi telah memberikan dua dampak yang sangat besar artinya dalam pola
pembangunan, yaitu percepatan sejarah dan mobilisasi lingkungan (Daniel Lerner,
1976).
III.
DAMPAK TEKNOLOGI KOMUNIKASI
Teknologi
Komunikasi telah memberikan dua dampak yang sangat besar artinya dalam pola
pembangunan, yaitu percepatan sejarah dan mobilisasi lingkungan (Daniel Lerner,
1976, dikutif oleh Yusufhadi Miarso, 2004).
Dampak dari
teknologi komunikasi yaitu terjadinya perubahan pada tingkah laku individual
yang meliputi pengetahuan, sikap, atau tindakan yang terjadi sebagai akibat
dari penyampaian pesan komunikasi (Rogers,
1986).
Menurut Eric
Ashby (1972) teknologi komunikasi telah menimbulkan revolusi yang keempat.
Revolusi pertama terjadi ribuan tahun yang lalu sejak masyarakat membedakan
tanggung jawab orang dewasa, dan tugas mendidik para muda beralihdari orang tua
ke guru dan dari rumah ke sekolah. Revolusi kedua terjadi dengan
dipergunakannya bahasa tulisan sebagai sarana pendidikan. Revolusi ketiga
berlangsung dengan ditemukannya teknik percetakan yang memungkinkan tersedianya
buku secara meluas. Revolusi keempat ditandai dengan perkembangan elektronik
terutama dalam bentuk radio, televisi, pita rekanman, dan komputer.
A. Dampak
Positif Teknologi Komunikasi
Menurut laporan
the Carnegie Commission on Higher Education (1972) revolusi keempat telah
berlangsung selama tiga dekade dan telah mampu menunjukkan karakteristik
futuristiknya. Media baru telah menawarkansejumlah alternatif pemecahan
masalah, tidak hanya yang akseptable tetapi juga yang spektakuler. Berbagai
implikasi perkembangan teknologi, khususnya pada jenjang pendidikan tinggi
antara lain:
Pembelajaran
di luar kampus untuk orang dewasa akan semakin berkembang
Mahasiswa
dalam perguruan tinggi kecil akan mempunyai akses lebih besar dari berbagai
sumber
Perpustakaan
berkembang menjadi pusat sumber belajar dalam berbagai bentuk
Tumbuhnya
profesi baru dalam bidang media dan teknologi
Dalam sejarah
perkembangan pendidikan, teknologi komunikasi adalah bagian dari media yang
digunakan untuk menyampaikan pesan ilmu pada orang banyak, mulai dari teknologi
percetakan beberapa abad yang lalu, seperti buku yang dicetak, hingga media
telekomunikasi seperti, suara yang direkam pada kaset, video, televisi, dan CD.
Perkembangan
teknologi komunikasi seperti Internet telah mengarahkan sejarah teknologi
pendidikan pada alur yang baru. Layanan online dalam pendidikan pada dasarnya
adalah memberikan pelayanan pendidikan bagi pengguna (mahasiswa) dengan
menggunakan internet sebagai media. Layanan online ini dapat terdiri dari
berbagai tahapan dari proses program pendidikan seperti: pendaftaran, test
masuk, pembayaran, perkuliahan, penugasan kasus, pembahasan kasus, ujian,
penilaian, diskusi, pengumuman, dll. Pendidikan jarak jauh dapat memanfaatkan
teknologi internet secara maksimal, dapat memberikan efektifitas dalam hal
waktu, tempat dan bahkan meningkatkan kualitas pendidikan.
Dengan media
internet sangat dimungkinkan untuk melakukan interaksi antara dosen dan siswa
baik dalam bentuk real time (waktu nyata) atau tidak. Dalam bentuk real time
dapat dilakukan misalnya dalam suatu chatroom, interaksi langsung dengan real
audio atau real video, dan online meeting. Yang tidak real time bisa dilakukan
dengan mailing list, discussion group, newsgroup, dan buletin board. Dengan
cara diatas interaksi dosen dan mahasiswa di kelas mungkin akan tergantikan
walaupun tidak 100%. Bentuk-bentuk materi, ujian, kuis dan cara pendidikan
lainnya dapat juga diimplementasikan ke dalam web, seperti materi dosen dibuat
dalam bentuk presentasi di web dan dapat di download oleh siswa.
Demikian pula
dengan ujian dan kuis yang dibuat oleh guru/dosen dapat pula dilakukan dengan
cara yang sama. Penyelesaian administratif juga dapat diselesaikan langsung
dalam satu proses registrasi saja, apalagi di dukung dengan metode pembayaran
online.
Pendidikan jarak
jauh secara online mengatasi keterbatasan yang ada pada jenis-jenis pendidikan
jarak jauh yang lain (yang sebenarnya juga sudah sarat teknologi), yaitu
pendidikan jarak jauh dengan satelit serta teknologi televisi. Pada kedua
teknologi di atas, mahasiswa masih harus berjalan ke fasilitas-fasilitas
pendidikannya; sedangkan peralatannya bersifat khusus dan mahal. Kini dengan
pendidikan online lewat internet, mahasiswa dapat belajar sendiri dari rumah
dengan peralatan komputer sendiri.
Para ahli sepakat bahwa belajar
melalui televisi dan film (audio visual) lebih berhasil ketimbang belajar
melalui radio (audio). Sebab, dengan televisi atau film kesan yang
dihasilkannya lebih “dalam” lantaran ia masuk melalui kedua sensor channel
(mata dan telinga). Media teknologi komunikasi ini rupanya telah meluas dipakai
di pelbagai sekolah tidak hanya di kota-kota besar akan tetapi juga di
daerah-daerah. Model pembelajaran yang dipilih (teacher centered learnig,
student centered learning atau problem based learning).
1. Aplikasi
teknologi komunikasi dalam pembelajaran antara lain:
2. Pembelajaran
Berbantuan Komputer atau ”Computer Assisted Instruction” (CAI)
3. Pembelajaran
Berbasis Komputer atau “Computer Based Instruction” (CBI)
4. Pelatihan
Berbasis Komputer atau “Computer Based Training” (CBT),
5. Perpustakaan
Elektronik (e-library)
6. Laboratorium
Elektronik (e-laboratory)
7. Pembelajaran
Berbasis Multimedia
pembelajaran di
abad ke-21 harus memiliki persyaratan-persyaratan sebagai berikut:
- Ketergantungan
lebih besar pada komunikasi baru dan teknologi komputasi yang mendukung tingkat
riset dan kreativitas siswa.
- Satu perubahan
di dalam peran dari para guru dari “para orang bijaksana di atas panggung”
sampai penasihat-penasihat, peneliti-peneliti, penerbit-penerbit, para pemakai
teknologi, produsen-produsen pengetahuan, pecinta risiko dan pelajar-pelajar
kekal.
- Keterlibatan orang tua untuk memainkan peran
utama di dalam pendidikan anak-anak mereka dan untuk bekerja dengan aktif
dengan para guru untuk menghubungkan pendidikan yang informal dan formal.
- Belajar
bermitra dari bisnis-bisnis lokal dan organisasi-organisasi masyarakat lain
sehingga mereka secara aktif dilibatkan di dalam kebijakan-kebijakan sekolah.
- Kerja
sama/kolaborasi yang membawa para siswa, para guru, dan peneliti-peneliti
bersama-sama untuk menciptakan kurikulum baru.
Secara umum
keuntungan teknologi komunikasi dalam bidang pembelajaran, yaitu:
1. Kemudahan mengakses berbagai informasi
2. Memperkaya
program pembelajaran
3. Mengurangi/meminimalisasi
biaya
4. Mengurangi
waktu, sehingga dapat meningkatkan produktivitas
5. Mempermudah
penjadwalan
6. Dapat
mendatangkan benefit
Dengan demikian
aplikasi teknologi komunikasi dalam pembelajaran dewasa ini mutlak diperlukan.
B. Dampak Negatif Teknologi Komunikasi
1 . Dampak
Negatif Pada Anak-anak
Aplikasi dari
perkembangan teknologi komunikasi salah satunya adalah ditemukannya televisi,
radio, internet, handphone dan lain-lain. Tidak selamanya teknologi komunikasi
memiliki dampak yang positif dalam kehidupan. Tidak ada penemu yang berani
menjamin bahwa penemuannya tidak akan menimbulkan dampak yang negative. Apalagi
sesuatu hal yang berhubungan dengan kebebasan dan keterbukan. Dengan
berkembangnya teknologi komunikasi, dapat dipastikan semakin kecil jarak ruang
dan waktu.
Salah satu obyek
yang akan terpengaruh dengan adanya kemajuan teknologi komunikasi adalah
anak-anak. Semua hal kemajuan teknologi komunikasi sudah pasti sangat
berpengaruh pada kehidupan anak-anak. Anak-anak merupakan penerus bangsa yang
sudah pasti harus kita didik dengan baik. Selain iti mereka harus dikontrol
oleh orang tua saat berinteraksi dengan teknologi komunisaksi. Jangan sampai
mereka terpengaruh atau tergiur dengan hal-hal negative yang ditimbulkan dari
teknologi tersebut. Anak-anak juga harus dibatasi saat menonton TV dan
mendengar radio, jangan sampai mereka ketagihan dan melupakan pendidikan.
Selain itu
anak-anak juga jangan terlalu dibebaskan dalam mengakses internet. Dengan
adanya internet, keterbukaan dan kebebasan menjadi hal yang biasa. Apapun dapat
diakses dengan mudah melalui internet. Memang tidak semua teknologi komuniaksi
menimbulkan dampak yang positif. Teknologi komunikasi juga dapat menyebabkan
kebebasan yang kebablasan bila digunakan secara berlebihan.
2. Dampak
Negatif Pada Pendidikan
Perkembangan
baru teknologi komunikasi dalam kenyataannya melahirkan persoalan yang lain.
Kehadiran media baru, sebagai contoh, di samping melahirkan banyak kajian baru,
pada tataran yang lain melahirkan kesulitan baru yang harus dijawab dan
disiasati dengan cara yang baru pula. dalam hal ini menengarai dua masalah
penting yang terkait dengan hadirnya media baru tadi, yaitu masalah sertifikasi
dan program pendidikan yang applicable. Dua persoalan ini, perlu digarisbawahi,
harus dipikirkan agar tidak menjadi persoalan laten yang kian bertumpuk ketika
kemajuan teknologi komunikasi menjadi semakin kompleks.
Menurut Hans
Jonas sebagaimana digambarkannya dalam buku The Imperative Responsibility: In
Search of an Ethics for the Technological Age (1984: London), ada dua argumen mendasar mendasari
keterkaitan teknologi dengan eksistensi manusia. Argumen pertama adalah posisi
sentral manusia. Berbeda dengan Abad Pertengahan, di era modern eksistensi
manusia menjadi pusat (antroposentris). Konsep bahwa manusia adalah subjek bagi
dirinya sendiri diajarkan sebagai pandangan universal. Konsekuensi pemahaman
itu ialah bahwa manusia menjadi penguasa atas dirinya dan alam semesta. Paradigma
antroposentris di atas menjadi pendorong bagi manusia modern untuk melakukan
perubahan dalam segala aspek kehidupannya. Perubahan itu tidak saja berkaitan
dengan paradigma berpikir, melainkan juga bersangkut-paut dengan pola hidup
keseharian. Argumen kedua adalah kemajuan. Kemajuan merupakan ideologi manusia
modern. Karena ideologi itu, manusia modern selalu berusaha untuk melawan
status quo. Status quo dipandang sebagai musuh yang paling berbahaya karena
menghambat kemajuan itu sendiri.
Dalam rangka
mewujudkan kemajuan, teknologi memiliki peran penting. Jonas bahkan lebih jauh
memperlihatkan bahwa teknologi sendiri merupakan simbol kemajuan yang paling
dominan di era modern. Simbol-simbol itu terungkap dalam sarana-sarana yang
digunakan. Ia bahkan melihat teknologi telah pula meningkatkan produktivitas
yang sangat tinggi dalam bidang ekonomi global. Bagi konsumen teknologi telah
membawa mimpi-mimpi baru, yakni mimpi untuk menikmati kehidupan yang lebih
menyenangkan.
Akan tetapi, ada
dua masalah yang harus dicairkan dan mendapat respons. Pertama masalah dana
yang harus disediakan. Apakah dana yang tersedia cukup untuk pengadaan
peralatan ini, andaikata tiap-tiap sekolah musti dilengkapi dengan peralatan
ini? Kedua, sejauh mana media yang diperlukan dapat disediakan? Ini sebenarnya
masalah perencanaan dan pengambil keputusan akhir, sebab ia akan menyangkut
pula masalah kebijaksanaan.
Sementara itu,
timbul lagi pertanyaan lain, mengingat bahwa pemanfaatan media teknologi
komunikasi telah menjadi bagian dalam sistem pendidikan nasional Indonesi, maka
pembangunan pusat-pusat media secara menyeluruh merupakan suatu keharusan.
Masalahnya sekarang, sejauh mana dana yang dapat disediakan untuk ini? Lantas,
apakah pemerintah sendiri yang harus menanggungnya atau sama-sama memikulnya
dengan masyarakat? Meskipun dana pendidikan yang dikucurkan pemerintah tidak
menyentuh angka 20 persen sesuai dengan anggaran yang dijanjikan.
Dengan adanya
media instruksional apakah peran guru dapat dihilangkan? Tentu saja tidak.
Dalam kehidupan sekarang dan di masa yang akan datang, sebenarnya bila kita
tetap berpegang teguh pada sistem konvensional sedangkan tuntutan pendidikan
itu makin bertambah, maka tidaklah mungkin guru mampu melaksanakan tugasnya
sebagaimana dibebankan ke pundaknya. Maka dengan adanya media instruksional ini
bisa jadi beban guru terbantu.
Kemudian,
menjadi pemikiran kita pula dengan adanya lembaga yang bertanggung jawab
terhadap pengadaan media yang diperlukan, maka mau tak mau sekolah-sekolah yang
ada harus pula mempunyai semacam “ruang media”. Ini merupakan konsekuensi
logis, sebab saat sekarang dan masa yang akan datang, peran media instruksional
ini akan bergulir seiring bersama dengan tatap muka dalam mengembangkan dunia
pendidikan. Konsekuensi yang akan terjadi adalah pergeseran nilai-nilai kuliah
yang tadinya sangat rigid dan harus diambil di universitas lokal menjadi
terbuka untuk diambil dari universitas lain di dunia.
3. Dampak
Negatif Pada Moral Masyarakat
Faktor utama
dalam pendidikan jarak jauh secara online yang dikenal sebagai distance
learning yang selama ini dianggap masalah adalah tidak adanya interaksi antara
dosen dan mahasiswanya. Ideologi kemajuan tidak terlepas dari masalah moral.
Sekurang-kurangnya tiga masalah moral mendasar yang muncul dalam ideologi ini.
Pertama, ketidakadilan sosial. Tidak semua orang bisa dan mampu bersentuhan
langsung dengan teknologi canggih. Dengan kata lain, hanya segelintir orang
yang mampu menggunakan teknologi.
Dampaknya,
hasil-hasil teknologi komunikasi juga hanya dapat dinikmati segelintir orang.
Lebih lagi orang-orang seperti itu sering kali menggunakan teknologi komunikasi
sebagai alat untuk menguasai kelompok yang tidak memiliki akses terhadap teknologi
tersebut. Dampaknya, jurang antara orang yang memiliki akses dengan teknologi
dan orang yang sama sekali tidak memiliki akses, sangat dalam. Di sini justru
terjadi ketidakadilan sosial. Dengan demikian teknologi komunikasi berperan
pula menimbulkan kesenjangan sosial.
Kedua,
bangkitnya sifat utopis. Ide kemajuan yang digaungkan teknologi komunikasi
telah menyebar ke seluruh dunia. Tetapi bagi sebagian besar manusia di belahan
dunia ini, khususnya di negara-negara yang berkembang, ide kemajuan itu hanyalah
utopia, sebuah angan-angan belaka.
Ketiga, potensi
deviasi fungsi teknologi. Seperti dikatakan di atas, di satu sisi teknologi
telah memperbaiki kehidupan manusia modern, pada sisi lain teknologi
memungkinkan tindakan kejahatan semakin cepat dan meluas.
Pertanyaan lebih
lanjut, bagaimana meminimalkan dampak negatif dari teknologi komunikasi itu
sendiri? Menjawab pertanyaan ini kata yang paling tepat adalah bangkitnya
tanggung jawab moral dalam pengunaan teknologi komunikasi. Ranah kebangkitan
tanggung jawab moral ini dimungkinkan oleh tiga hal.
Pertama,
kesadaran yang terus-menerus akan sifat dan ciri teknologi komunikasi itu
sendiri. Teknologi hanyalah alat, bukan menjadi tuan bagi manusia. Sebagai alat
ia memiliki keterbatasan. Justru karena keterbatasan itulah kepedulian
terhadapnya sangat diperlukan. Kesadaran yang besar di kalangan orang-orang
yang dekat dan bersentuhan dengan penggunaan teknologi akan mampu mengurangi
dampak destruktif dari teknologi bagi keselamatan manusia yang menggunakannya.
Kedua, terkait
dengan butir di atas, tanggung jawab moral juga terungkap dalam hal
maksimalisasi hasil pekerjaan. Orang yang bertanggung jawab adalah orang yang
mampu bekerja secara maksimal dan konsisten dengan aturan yang sudah
ditetapkan.
Ketiga, dampak
dalam penggunaan teknologi komuinikasi. Tanggung jawab moral dalam penggunaan
teknologi komunikasi tidak saja pada perawatan terus menerus dan maksimalisasi
kegunaannya, tetapi juga pada dampak negatif yang diakibatkan dalam
penggunaannya.
IV.
KESIMPULAN DAN SARAN
Melalui
komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami
oleh pihak lain. Akan tetapi, komunikasi hanya akan efektif apabila pesan yang
disampaikan dapat ditafsirkan sama oleh penerima pesan tersebut.
Komunikasi merupakan
suatu proses penyampaian pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain
agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya melalui kata-kata (lisan),
gerak anggota tubuh, atau melalui media tertentu. Komunikasi yang baik memiliki
komponen komunikasi yaitu:
Pengirim atau
komunikator (sender), Pesan (message, Saluran (channel), Penerima atau
komunikate (receiver, dan Umpan balik (feedback).
Komunikasi
menjadi lebih cepat, efektif, dan efisien dengan kemajuan di bidang ilmu
pengetahuan dan teknologi. Teknologi telah menjadi bagian yang tidak
terpisahkan dari kehidupan manusia zaman sekarang. Bahkan dapat dikatakan,
seluruh aspek kehidupan telah bersentuhan dengan teknologi komunikasi.
Teknologi
Komunikasi memiliki dampak positif yang besar terhadap pendidikan, tetapi juga
memiliki dampak negatif, oleh karena itu perlu meminimalisasi dampak negatif
tersebut.
V. DAFTAR
PUSTAKA
http://dictionary.bnet.com/definition/communication+technology.html
http://www.nsba.org/sbot/toolkit/vftie.html
http://pikiran-rakyat.com/cetak/2006/072006/05/99forumguru.htm
http://www.denpasar.go.id/main.php?act=i_opi&xid=14
http://www.lippotel.com/id/gsm_1800_id.asp
http://www.suarapembaruan.com/News/2007/03/17/Editor/edit01.html
Mathis, Robert
L, and Jhon H. Jacson. 2004. Human Resources Management. Ohio: Thomson South Western Publisher.
Miarso,
Yusufhadi. 2004. Menyemai Benih Teknologi Pendidikan. Jakarta: Penerbit Kencana.
Niemiec, Anne.
1982. “An Interactive Telecommunications System for Health care”. Communications
Technology in Education and Training. Proceedings of the Fourth national
Conference on Communications technology in Education and Training, March
15-17,1982.: Maryland:
Information Dynamics, Inc.
Prawiradilaga,
Dewi Salma dan Evelin Siregar. 2004. Mozaik Teknologi Pendidikan. Artikel
“Mengenali Arti, Fungsi, dan Manfaat Telematika” (Naswil Idris dan F.B.
Moerwanto). Jakarta:
Prenada Media.
Rogers, Everett M. 1986.
Communication Technology The New Media in Society. London: The Free Press.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar